|
Beberapa hari ini, aku jenuh dengan rutinitas ber-internet-ria, tapi kejenuhan itu tertutupi dengan aktifitas "Blog Walking", jalan2, melihat2, melirik2, dan mencoba parkir sebentar di beberapa blog. Gak tau kenapa aku tertarik dengan cerita2 fiksi/puisi yang gak ribet untuk dipahami, santai tapi menyentuh, bahkan terkadang membuat aku termenung untuk sesaat, menghibur. "Bisa gak ya aku membuat satu cerita fiksi/puisi ?", "Knapa tidak mencoba berimajinasi", aku jadi sadar kalo selama ini daya imajinasiku sangat lemah, padahal imajinasi salah satu nutrisi otak (menurutku sih begitu). Trus aku mencoba ber-imajinasi, di ruang sempit dengan kosakata terbatas, dengan gairah otak yang impotent, kupaksakan menulis kehampaan, kesedihan, dan kerinduan, dalam imajinasi yang tak terarah, memecahkan gelas memoriku, meski pecahannya menusuk kelenjar dan syaraf dikepalaku, aku coba..., mencoba menuangkan imajinasiku dengan penuh perasaan (mungkin gak berperasaan). Dan..., simSALAHbim !!! , kena' deh! jadi juga deh.... :
------------------------------------------------------------ Suatu ketika saat datangnya gelap, dalam sunyi dia hadir dengan senyum mesra, begitu menggoda. Melintasi tiap celah ruang otakku sambil menghentak-hentakkan kaki indahnya di ubun-ubunku, menari-nari. Akh... endorphin mengalir ke jaringan tubuhku, indah... Liuk gemulai tangannya sambil memegang belati... Menggores dinding ingatanku dengan lembut, menuliskan namanya Belati itu tampak bersinar, Tajam..., sedikit menyilaukan... "Untuk apa belati itu..?" tanyaku. "Aku ingin tau apa yang kau rasa, perasanmu padaku" Dengan bibir cantiknya ia menjawab. "Apakah selama ini kau tak dapat merasakannya ?" tanyaku kembali. Kali ini ia tak berucap, tetap meneruskan tariannya.. Dan.. melesat tiba-tiba Dia cabik, ia tikam, merobek-robek dadaku sambil tersenyum. Aku terjatuh dengan iga-iga yang patah, tanpa darah. Lalu dia pergi dengan tawa mengisyaratkan tak ingin perduli... Lalu aku ambil HP dari kantongku, dengan lemas tanganku, kutulis SMS : "Mngpa kau bwa hatiku bsamamu ?, mngpa tdk kau tinggalkn aja ? Or kau buang hatiku itu dmnpun kau suka, k dasar jurang, d tmpt sampah, d tngah jln, or buang aja k dlm WC mu, Mngapa?..." SENDING... Belum ada balasan, PENDING..., kesadaranku perlahan-lahan menghilang... Namun sebelum kesadaranku benar-benar menghilang, aku sempat membaca balasan SMS darinya :
"aq mcintaimu, tp aq tdk bs brsmamu..., maafkan aq tlah melukaimu.., dan hatimu ditakdirkan hanya untukku" -------------------------------------------------------------------------------------- Yah.., begitulah imajinasi singkat yang aneh, gak jelas.
|